BANYUASIN, mediataninusantara.id – Himpunan Masyarakat Tani Nusantara Merah Putih Sumatera Selatan (HMTN-MP Sumsel) menyalurkan sebanyak 2.000 bibit hortikultura kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati di Desa Bangun Sari, Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin, Jumat (18/9/2026).
Penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan lahan produktif, memenuhi kebutuhan pangan keluarga, sekaligus meningkatkan potensi ekonomi masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap program Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP).
Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Tenaga Ahli Gubernur Sumatera Selatan bidang Pangan dan Perkebunan sekaligus Ketua HMTN-MP Sumsel, Ir. Agus Darwa, M.Si., kepada Pemerintah Desa Bangun Sari untuk kemudian diteruskan kepada pengurus KWT Melati.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Bangun Sari Nengah bersama perangkat desa, di antaranya Sekretaris Desa Hanip, Kepala Dusun Budi Nuryanto dan Ketua RT Suradi.
Turut hadir tokoh agama Ustaz Wawan, tokoh masyarakat Abu Bakar dan Sutar, Ketua KWT Melati Sri Maryani bersama anggota, serta jajaran HMTN-MP Sumatera Selatan.
Dalam sambutannya, Agus Darwa mengatakan penyaluran bibit tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap gagasan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui program Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP).
«“GSMP mendorong perubahan pola pikir masyarakat dari konsumen menjadi produsen. Paling tidak, kebutuhan pangan di lingkungan sendiri bisa mulai dipenuhi dari hasil yang ditanam sendiri,” kata Agus.»
Sebanyak 2.000 bibit yang disalurkan terdiri atas cabai, terong batik, terong hijau dan terong ungu. Selain bibit, KWT Melati juga menerima 25 karung atau sekitar satu ton pupuk kotoran hewan (kohe) serta 250 lembar polybag.
Agus menjelaskan, dari total 2.000 bibit tersebut, sekitar 500 batang akan ditanam secara kolektif oleh anggota KWT Melati.
“Dari total 2.000 bibit yang disalurkan, sekitar 500 batang akan ditanam secara kolektif oleh anggota KWT Melati,” jelasnya.
Menurut Agus, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh jumlah bibit yang dibagikan, tetapi juga bagaimana tanaman tersebut dirawat hingga menghasilkan.

Karena itu, HMTN-MP Sumatera Selatan berkomitmen melakukan pendampingan kepada KWT Melati dalam proses budidaya, mulai dari penanaman, perawatan hingga masa panen.
“Diharapkan bibit yang diberikan tidak hanya tumbuh, tetapi bisa dirawat sampai menghasilkan dan dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, pendampingan teknis disampaikan Osep Sutisna, SP., yang memberikan penjelasan kepada anggota KWT Melati mengenai teknik budidaya dan perawatan tanaman.
“Menanam bukan hanya memasukkan bibit ke media tanam. Perawatan, penyiraman, pemupukan dan pengendalian hama harus diperhatikan agar tanaman bisa tumbuh dengan baik,” ujar Osep.
Melalui penyaluran bibit dan pendampingan tersebut, HMTN-MP Sumsel berharap KWT Melati dapat mengembangkan lahan produktif secara berkelanjutan, memenuhi sebagian kebutuhan pangan keluarga, serta menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat Desa Bangun Sari.























