Revitalisasi Pasar Sunter Podomoro Dipersoalkan, Pedagang Soroti Biaya hingga Rp49 Juta per Meter

- Jurnalis

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 02:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret: Pasar Sunter podomoro

JAKARTA UTARA, mediataninusantara.id – Rencana revitalisasi Pasar Sunter Podomoro, Jalan Sunter Karya Utara, Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, mendapat perhatian dari sejumlah pedagang.

Para pedagang mempertanyakan dasar revitalisasi serta besaran biaya yang ditawarkan. Randi, salah satu perwakilan pedagang, mengatakan biaya yang disampaikan mencapai Rp49 juta per meter untuk los bawah dan Rp39 juta per meter untuk los atas.

“Pedagang mempertanyakan dasar revitalisasi. Kondisi pasar saat ini juga sedang sepi, sementara biaya yang ditawarkan cukup besar,” ujar Randi, Kamis (6/8/2026).

ADVERTISEMENT

Media Tani Nusantara

SCROLL TO RESUME CONTENT

Randi mengaku mendapat kuasa dari sejumlah pedagang untuk menyampaikan aspirasi dan meminta penjelasan kepada pihak manajemen pasar.

Baca Juga:  H. Makawi Rampungkan Penyampaian Kesimpulan, Putusan PN Jakarta Utara Dijadwalkan 5 Agustus 2026

Menurutnya, persoalan revitalisasi sebenarnya sudah pernah menjadi pembahasan pada tahun 2012. Saat itu, kata Randi, para pedagang juga sempat menolak rencana revitalisasi karena persoalan biaya.

Di sisi lain, salah satu anggota Tim 18 yang ditunjuk pihak manajemen mengatakan revitalisasi tetap direncanakan berjalan dengan nilai Rp39 juta per meter untuk los atas dan Rp49 juta per meter untuk los bawah.

“Tim 18 membantu sosialisasi kepada pedagang. Untuk mekanismenya, setahu saya melalui tender. Ada pedagang yang setuju karena pasar memang perlu pembaruan, tetapi ada juga yang keberatan karena harganya dianggap memberatkan,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu pedagang yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku keberatan dengan besaran biaya tersebut.

Baca Juga:  Pemeriksaan Setempat Sengketa Lahan 17.204 Meter Persegi Ditunda hingga 6 Juli 2026

Menurutnya, kondisi pasar yang sedang sepi membuat pedagang kesulitan menyediakan dana untuk revitalisasi.

“Yang memberatkan karena kondisi pasar sekarang sepi. Duitnya juga tidak ada. Jadi kami berharap ada solusi dari pemerintah,” katanya.

Para pedagang berharap pihak manajemen dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai dasar revitalisasi, mekanisme pelaksanaan, rincian biaya, serta skema pembayaran.

Hingga rilis ini diterbitkan, redaksi masih berupaya meminta konfirmasi dari pihak manajemen Pasar Sunter Podomoro terkait persoalan tersebut.

Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak manajemen maupun pihak terkait lainnya demi menjaga keberimbangan pemberitaan.

Berita Terkait

SMKN 2 Padang Kunjungi PT CCSI di Cilegon, Pelajari Teknologi Kabel Internet Bawah Laut
H. Makawi Rampungkan Penyampaian Kesimpulan, Putusan PN Jakarta Utara Dijadwalkan 5 Agustus 2026
Pemeriksaan Setempat Sengketa Lahan 17.204 Meter Persegi Ditunda hingga 6 Juli 2026
Hasil Pertanian: Budi Daya Jambu Kristal dan Pisang Sanfres Tunjukkan Perkembangan Positif

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 02:43 WIB

Revitalisasi Pasar Sunter Podomoro Dipersoalkan, Pedagang Soroti Biaya hingga Rp49 Juta per Meter

Kamis, 6 Agustus 2026 - 18:59 WIB

SMKN 2 Padang Kunjungi PT CCSI di Cilegon, Pelajari Teknologi Kabel Internet Bawah Laut

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:13 WIB

H. Makawi Rampungkan Penyampaian Kesimpulan, Putusan PN Jakarta Utara Dijadwalkan 5 Agustus 2026

Kamis, 2 Juli 2026 - 19:05 WIB

Pemeriksaan Setempat Sengketa Lahan 17.204 Meter Persegi Ditunda hingga 6 Juli 2026

Minggu, 28 Juni 2026 - 13:57 WIB

Hasil Pertanian: Budi Daya Jambu Kristal dan Pisang Sanfres Tunjukkan Perkembangan Positif

Berita Terbaru