Pemeriksaan Setempat Sengketa Lahan 17.204 Meter Persegi Ditunda hingga 6 Juli 2026

- Jurnalis

Kamis, 2 Juli 2026 - 19:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, mediataninusantara.id — Proses persidangan sengketa lahan antara ahli waris almarhum H. Abdul Halim bin H. Ali yang diwakili Haji Makawi melawan PT Summarecon Agung Tbk kembali mengalami penundaan.

Agenda pemeriksaan setempat (PS) atau sidang lapangan yang semula dijadwalkan berlangsung pada Kamis (2/7/2026) ditunda hingga Senin (6/7/2026). Penundaan tersebut menimbulkan tanda tanya dari pihak ahli waris karena hingga kini mereka mengaku belum menerima penjelasan resmi mengenai alasan perubahan jadwal.

Pemeriksaan setempat merupakan salah satu tahapan penting dalam proses persidangan. Dalam agenda tersebut, majelis hakim akan meninjau langsung objek sengketa guna memastikan letak, batas-batas, serta kondisi lahan yang menjadi pokok perkara sebelum persidangan berlanjut ke tahapan berikutnya.

ADVERTISEMENT

Media Tani Nusantara

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagi pihak ahli waris, penundaan ini kembali memperpanjang proses hukum yang telah mereka tempuh selama bertahun-tahun. Lahan yang disengketakan memiliki luas sekitar 17.204 meter persegi dan saat ini telah dimanfaatkan sebagai lokasi berdirinya Sherwood Residence. Melalui gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH), pihak ahli waris meminta pengadilan memberikan kepastian hukum atas hak kepemilikan yang mereka klaim.

Baca Juga:  SMKN 2 Padang Kunjungi PT CCSI di Cilegon, Pelajari Teknologi Kabel Internet Bawah Laut

Ruslan, putra Haji Makawi, berharap proses persidangan dapat berjalan secara terbuka, objektif, dan segera memberikan kepastian hukum.

“Kami menunggu kepastian hukum yang transparan dan adil. Harapan kami, proses ini dapat segera selesai,” ujar Ruslan.

Pihak keluarga juga berharap penundaan agenda pemeriksaan setempat tidak semakin memperpanjang penyelesaian perkara yang telah berlangsung cukup lama.

Di tengah penundaan tersebut, tim kuasa hukum ahli waris juga menggelar diskusi dengan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Joko Purwanto, guna membahas perkembangan perkara serta penundaan agenda pemeriksaan setempat.

Dalam kutipan yang diunggah melalui akun media sosial TeropongRakyat.co, Joko Purwanto berharap negara dapat menindaklanjuti persoalan hak atas tanah yang diklaim sebagai milik keluarga Haji Makawi dan saat ini digunakan oleh PT Summarecon Agung Tbk.

“Agar negara menindaklanjuti persoalan hak atas tanah yang diklaim milik keluarga Haji Makawi dan saat ini digunakan oleh PT Summarecon Agung Tbk,” ujar Joko Purwanto sebagaimana dikutip dari unggahan tersebut.

Baca Juga:  Diduga Ada Persoalan dalam Proses HGU dan Ketidakadilan Hak Masyarakat Tani di Desa Sidomulyo Tinggi Raja, Kelompok Tani Sejahtera Maju Jaya Minta HMTN-MP Kawal Aspirasi dan Investigasi terhadap Lahan seluas 415 Ha.

Pertemuan tersebut disebut sebagai bagian dari komunikasi dan diskusi mengenai perkembangan proses hukum yang masih berjalan.

Perhatian publik kini tertuju pada Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang menangani perkara tersebut. Masyarakat berharap seluruh rangkaian persidangan dapat berjalan secara profesional, independen, dan berdasarkan fakta-fakta yang terungkap di persidangan, sehingga mampu menghadirkan putusan yang mencerminkan rasa keadilan, memberikan kepastian hukum, serta memperhatikan kemanfaatan bagi para pihak sesuai alat bukti dan ketentuan hukum yang berlaku.

Sidang pemeriksaan setempat dijadwalkan kembali berlangsung pada Senin, 6 Juli 2026, dengan agenda peninjauan langsung terhadap objek sengketa oleh majelis hakim.

Hingga berita ini diterbitkan, Pengadilan Negeri Jakarta Utara belum memberikan penjelasan resmi terkait alasan penundaan agenda pemeriksaan setempat. Sementara itu, PT Summarecon Agung Tbk juga belum memberikan tanggapan atas perkara maupun penundaan agenda sidang tersebut.

Berita Terkait

HMTN-MP Tampung Aspirasi Petani Sidomulyo, Persoalkan 415 Hektare dan 8 Sertifikat di Area HGU PT Pulahan Seruai
Sengketa Lahan Puluhan Tahun, H. Makawi Ajukan Permohonan Perlindungan Hukum kepada KPK
Diduga Ada Persoalan dalam Proses HGU dan Ketidakadilan Hak Masyarakat Tani di Desa Sidomulyo Tinggi Raja, Kelompok Tani Sejahtera Maju Jaya Minta HMTN-MP Kawal Aspirasi dan Investigasi terhadap Lahan seluas 415 Ha.
PT Narendra Logistik Pertanyakan Transparansi Penanganan PIB Sunshade di Bea Cukai Tanjung Priok
Ketua Satgas Nasional HMTN-MP Budi Ilham Nasution Serap Aspirasi Masyarakat Desa Sidomulyo
40 Tahun Sengketa Lahan, Ahli Waris Abdul Halim Persoalkan Tanah 5 Hektare yang Diklaim Belum Diganti Rugi
Sengketa Lahan Bernilai Strategis di Jakarta Utara, Ahli Waris Minta Penyelesaian yang Adil
Revitalisasi Pasar Sunter Podomoro Dipersoalkan, Pedagang Soroti Biaya hingga Rp49 Juta per Meter

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:30 WIB

HMTN-MP Tampung Aspirasi Petani Sidomulyo, Persoalkan 415 Hektare dan 8 Sertifikat di Area HGU PT Pulahan Seruai

Kamis, 17 September 2026 - 12:19 WIB

Sengketa Lahan Puluhan Tahun, H. Makawi Ajukan Permohonan Perlindungan Hukum kepada KPK

Senin, 7 September 2026 - 17:16 WIB

PT Narendra Logistik Pertanyakan Transparansi Penanganan PIB Sunshade di Bea Cukai Tanjung Priok

Rabu, 2 September 2026 - 00:02 WIB

Ketua Satgas Nasional HMTN-MP Budi Ilham Nasution Serap Aspirasi Masyarakat Desa Sidomulyo

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:23 WIB

40 Tahun Sengketa Lahan, Ahli Waris Abdul Halim Persoalkan Tanah 5 Hektare yang Diklaim Belum Diganti Rugi

Berita Terbaru