Potret: dok-istimewa
Beirut, 27 Juni 2026 | mediataninusantara.id – Enam petani dilaporkan diculik tentara Israel saat sedang bekerja di lahan pertanian di kota perbatasan Ain Arab, Distrik Marjayoun, Lebanon selatan, pada Jumat (26/6/2026).
Menurut laporan media Anadolu, pasukan Israel membawa keenam petani tersebut ke wilayah Israel setelah menangkap mereka di area pertanian yang berada di pinggiran kota. Korban terdiri dari tiga warga Lebanon yang menetap di Ain Arab serta tiga pekerja asal Suriah.
Insiden ini terjadi hanya sehari setelah pasukan Israel dilaporkan membakar sejumlah rumah di kota yang sama. Peristiwa tersebut menambah daftar dugaan pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata yang masih berlaku sejak 17 April 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski intensitas pelanggaran dilaporkan menurun dalam beberapa hari terakhir, terutama setelah tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran, ketegangan di wilayah perbatasan Lebanon-Israel masih terus berlangsung.
Hingga kini, Israel masih mempertahankan pendudukan di sejumlah wilayah Lebanon selatan. Sebagian wilayah tersebut telah diduduki selama beberapa dekade, sementara sebagian lainnya direbut dalam konflik bersenjata yang berlangsung pada 2023–2024.
Belum ada pernyataan resmi dari otoritas Israel maupun pemerintah Lebanon terkait laporan penculikan enam petani tersebut.
Perkembangan situasi di perbatasan Lebanon-Israel masih menjadi perhatian masyarakat internasional mengingat kondisi keamanan di kawasan tersebut tetap rentan meski gencatan senjata telah diberlakukan.
Sumber Berita: SindoNews






