Produksi Padi Jawa Tengah Capai 6,69 Juta Ton, Gubernur Ahmad Luthfi Siapkan Antisipasi Musim Kemarau

- Jurnalis

Sabtu, 27 Juni 2026 - 08:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret: dok-istimewa (tangkapanlayar)

Sukoharjo, mediataninusantara.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menggenjot produksi padi guna mencapai target nasional sebesar 10,5 juta ton pada tahun 2026. Hingga periode Januari–Juli 2026, produksi padi Jawa Tengah diproyeksikan telah mencapai 6,69 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) atau sekitar 63,43 persen dari target produksi tahun ini.

Capaian tersebut disampaikan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat menghadiri Panen Raya Padi bersama para petani di Desa Gentan, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo.

Dalam kegiatan tersebut, Ahmad Luthfi turut melakukan panen menggunakan combine harvester, meninjau pengolahan lahan pascapanen, serta berdialog langsung dengan para petani dan pemangku kepentingan di sektor pertanian.

ADVERTISEMENT

Media Tani Nusantara

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Luthfi, panen raya menjadi bentuk rasa syukur atas capaian sektor pertanian Jawa Tengah. Namun, ia mengingatkan seluruh kepala daerah agar mulai mengantisipasi dampak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang.

“Ke depan tantangannya adalah perubahan musim. Perkiraannya musim kemarau akan panjang. Karena itu seluruh bupati dan wali kota harus melakukan pemetaan wilayah yang terdampak kekeringan agar target swasembada pangan dapat terpenuhi,” ujarnya.

Baca Juga:  HMTN MP Peroleh Persetujuan Jadwal RDP dengan Komisi IV DPR RI pada 18 Agustus 2026 untuk Menyampaikan Aspirasi Masyarakat Tani Kosik Putih

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi, di antaranya melalui program pipanisasi, pembangunan sumur, pemanfaatan sumber air baku, serta penyaluran bantuan pompa sesuai kebutuhan di lapangan.

Dalam dialog bersama petani, sejumlah aspirasi turut disampaikan, mulai dari kebutuhan air untuk musim tanam ketiga (MT III), jaringan listrik bagi sumur pertanian, tambahan combine harvester, alat pengolah tanah, hingga perbaikan jalan usaha tani dan saluran irigasi.

Menanggapi hal tersebut, Ahmad Luthfi memastikan Pemprov Jawa Tengah akan mengoptimalkan dukungan sarana dan prasarana pertanian. Penggunaan combine harvester milik provinsi akan diatur secara bergilir, sekaligus mengusulkan tambahan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada Kementerian Pertanian.

Selain itu, Jawa Tengah juga telah menerima sekitar 17 ribu unit pompa yang akan didistribusikan ke berbagai daerah sesuai kebutuhan guna mendukung pengairan lahan selama musim kemarau.

Baca Juga:  Momentum Ulang Tahunnya 46, Daenk Jamal Tegaskan Komitmen Menjadi Pemersatu Anak Bangsa

“Yang penting air sampai ke sawah dan kebutuhan petani terpenuhi,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pelaksanaan Urusan Pengendalian Pelaksanaan Sungai Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Rizhali Triutomi Sahan, memastikan pasokan air irigasi untuk wilayah Bendosari dan sekitarnya masih mencukupi hingga Oktober 2026.

“Tidak ada rencana penutupan aliran irigasi, sehingga kebutuhan air untuk musim tanam ketiga tetap dapat terjaga,” katanya.

Di sisi lain, Bupati Sukoharjo Etik Suryani mengapresiasi peran para petani yang terus menjaga ketahanan pangan nasional, termasuk saat pandemi COVID-19 ketika sektor pertanian tetap mampu berproduksi.

Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, lanjut Etik, terus memberikan dukungan melalui bantuan alsintan, pembangunan jaringan irigasi, sumur dalam, serta jalan usaha tani. Meski demikian, pihaknya berharap dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus ditingkatkan agar seluruh kebutuhan petani dapat terpenuhi secara optimal.

Sumber: detikNews

Berita Terkait

Komisi IV DPR RI Undang HMTN-MP Gelar Rapat Dengar Pendapat Umum, Bahas Kesejahteraan Petani dan Ketahanan Pangan
HMTN MP Peroleh Persetujuan Jadwal RDP dengan Komisi IV DPR RI pada 18 Agustus 2026 untuk Menyampaikan Aspirasi Masyarakat Tani Kosik Putih
DPW HMTN-MP Sumsel Gelar Rakerda I Tahun 2026, Perkuat Konsolidasi Organisasi dan Pemberdayaan Petani
Pemilik Rental Mobil di Jakarta Timur Mengaku Dirugikan, Fortuner Terblokir Hampir Setahun, Pertanyakan Penanganan Kasus di Polresta Bandung
Diduga Digelapkan dan Dijual dengan Dokumen Palsu, Fortuner Milik Perusahaan Masih Diblokir
Momentum Ulang Tahunnya 46, Daenk Jamal Tegaskan Komitmen Menjadi Pemersatu Anak Bangsa
Nilai Proses Persidangan Perlu Diawasi, Ahli Waris Surati Badan Pengawasan Mahkamah Agung
Petani di Sekitar GBLA Beralih Tanam Mentimun untuk Hadapi Musim Kemarau

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:24 WIB

Komisi IV DPR RI Undang HMTN-MP Gelar Rapat Dengar Pendapat Umum, Bahas Kesejahteraan Petani dan Ketahanan Pangan

Minggu, 26 Juli 2026 - 22:57 WIB

DPW HMTN-MP Sumsel Gelar Rakerda I Tahun 2026, Perkuat Konsolidasi Organisasi dan Pemberdayaan Petani

Jumat, 24 Juli 2026 - 00:32 WIB

Pemilik Rental Mobil di Jakarta Timur Mengaku Dirugikan, Fortuner Terblokir Hampir Setahun, Pertanyakan Penanganan Kasus di Polresta Bandung

Senin, 20 Juli 2026 - 10:00 WIB

Diduga Digelapkan dan Dijual dengan Dokumen Palsu, Fortuner Milik Perusahaan Masih Diblokir

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:47 WIB

Momentum Ulang Tahunnya 46, Daenk Jamal Tegaskan Komitmen Menjadi Pemersatu Anak Bangsa

Berita Terbaru